Senin, 01 Februari 2010
Minggu, 31 Januari 2010
Kamis, 17 Desember 2009
Kamis, 26 November 2009
Keluarga Teladan
Kamis, 26 November 2009
HARI ini saudara-saudara kita sedang menunaikan wukuf di Arafah dan besok serentak seluruh umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Salah satu inti dari Idul Adha ialah memperingati peristiwa bersejarah penyembelihan putra nabi Ibrahim AS, yakni Nabi Ismail. Nabi Ismail adalah simbol dari sesesuatu yang amat dicintai seseorang. Bayangkan, sampai usia lanjut Nabi Ibrahim berharap punya anak tapi nanti setelah ia berusia senja baru terkabulkan. Anak semata wayang ini tiba-tiba diminta untuk dikurbankan oleh Allah. Nabi Ibrahim sepakat dengan istri dan anaknya untuk tidak melihat pilihan lain kecuali memenuhi permintaan Allah, yaitu menyembelih putra kesayangan sendiri, yang pada akhirnya diganti dengan seekor kibasy atau kambing.
Yang menarik untuk diambil pelajaran di sini ialah betapa sebuah keluarga itu begitu kompak dan tanpa hambatan berat untuk melaksanakan perintah Tuban itu. Di antara mereka bisa saja mengajukan alasan atau menolak, tetapi malah mereka begitu pasrah dan tegar memenuhi tuntutan Tuhan itu. Wajar kalau keluarga Nabi Ibrahim mendapatkan julukan keluarga teladan.
Dalam Al-Quran, banyak sekali kita temukan keluarga teladan, ironisnya keluarga teladan itu bukan hanya dari kalangan nabi-nabi tetapi juga dari keluarga biasa yang bukan nabi, namun layak disebut keluarga teladan, seperti keluarga Luqman, yang single parent laki-laki bisa melahirkan anak-anak saleh. Malah di dalam AlQuran ada contoh kontras, justru keluarga nabi yang seharusnya menampilkan keluarga teladan tetapi menampilkan kebalikannya. Lihatlah misalnya keluarga Nabi Nuh, yang melahirkan seorang anak laki-laki bernama Qanan, tetapi sayang akhlak dan kaidahnya tercela. Ia tidak mau ikut ke dalam perahu ayahnya. Nuh karena kekuturannya. Walaupun ia anak biologis Nabi Nuh tetapi dianggap oleh Allah sebagai bukan keluarga (innahu laisa min ahlilka), dengan kata lain ia hanya merupakan anak biologis tetapi tidak menjadi anak spiritual. Berbanding terbalik dengan putra Nabi Ibrahim yang rela disembelih jika itu atas nama Tuhan.
contoh lain ,ada anak yang anak yang saleh tetapi ayahnya paling ,yaitu kisah Nabi Ibrahim dengan ayahnya. Ayahnya seorang yang bukan hanya penyembah berhala tetapi sekaligus tukang produksi patung untuk disebarkan ke masyarakat Jadi kebalikan dari kisah Nabi Nuh. Keluarga lain yang patut disinggung ialah keluarga Firaun. Ia sendiri seorang dhalim besar tetapi istrinya mendapatkan julukan paling saleh di dalam Al-Quran. Kebalikannya, ialah keluarga Nabi Nuh dan Nabi Lut, yang istrinya diklaim paling buruk dan dlalim di dalam Al-Quran. Istri Nabi Lut yang menunjukkan tamu suaminya yang ganteng, sehingga kelompok pemuda menyerbu ke rumahnya, maka jadilah ia sebagai istri terlaknat di dalam Al-Quran.
Ada lagi keluarga yang bermasalah karena faktor saudaranya, yaitu anak-anak Nabi Adam. Kakaknya seorang anak yang saleh (Habil) tetapi adiknya seorang yang bejad (Qabil). Kerjanya hanya mencemburui, mengkhianati, bahkan membunuh kakaknya sendiri karena faktor kekecewaan dan iri hati. Habil akhirnya mati muda sedangkan adiknya. Qabil, mati dalam keadaan menyedihkan dan penuh penyesalan. Hal yang sama dialami Nabi Yusuf yang punya saudara pengkhianat dan tega mencoba membunuh Yusuf. Contoh terbaliknya ialah Nabi Musa yang memiliki adik bernama Nabi Harun. Fungsi Nabi Harun betul-betul melengkapi kelemahan yang ada pada kakaknya dalam mewujudkan cita-cita luhur keluarganya, termasuk menjadi juru bicara kakaknya yang lidahnya cacat seumur hidup.
Anak, saudara, suami, atau isteri teladan tidak selamanya lahir dari keluarga ideal dan keluarga ideal tidak jaminan akan mehirkan keluarga ideal. Keluarga ideal sesuatu yang diperjuangkan, bukan sesuatu terberi (given) dari atas. Mari kita menjadikan momentum Idul Adha ini untuk menciptakan keluarga sakinah.
Kamis, 26 November 2009
HARI ini saudara-saudara kita sedang menunaikan wukuf di Arafah dan besok serentak seluruh umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Salah satu inti dari Idul Adha ialah memperingati peristiwa bersejarah penyembelihan putra nabi Ibrahim AS, yakni Nabi Ismail. Nabi Ismail adalah simbol dari sesesuatu yang amat dicintai seseorang. Bayangkan, sampai usia lanjut Nabi Ibrahim berharap punya anak tapi nanti setelah ia berusia senja baru terkabulkan. Anak semata wayang ini tiba-tiba diminta untuk dikurbankan oleh Allah. Nabi Ibrahim sepakat dengan istri dan anaknya untuk tidak melihat pilihan lain kecuali memenuhi permintaan Allah, yaitu menyembelih putra kesayangan sendiri, yang pada akhirnya diganti dengan seekor kibasy atau kambing.
Yang menarik untuk diambil pelajaran di sini ialah betapa sebuah keluarga itu begitu kompak dan tanpa hambatan berat untuk melaksanakan perintah Tuban itu. Di antara mereka bisa saja mengajukan alasan atau menolak, tetapi malah mereka begitu pasrah dan tegar memenuhi tuntutan Tuhan itu. Wajar kalau keluarga Nabi Ibrahim mendapatkan julukan keluarga teladan.
Dalam Al-Quran, banyak sekali kita temukan keluarga teladan, ironisnya keluarga teladan itu bukan hanya dari kalangan nabi-nabi tetapi juga dari keluarga biasa yang bukan nabi, namun layak disebut keluarga teladan, seperti keluarga Luqman, yang single parent laki-laki bisa melahirkan anak-anak saleh. Malah di dalam AlQuran ada contoh kontras, justru keluarga nabi yang seharusnya menampilkan keluarga teladan tetapi menampilkan kebalikannya. Lihatlah misalnya keluarga Nabi Nuh, yang melahirkan seorang anak laki-laki bernama Qanan, tetapi sayang akhlak dan kaidahnya tercela. Ia tidak mau ikut ke dalam perahu ayahnya. Nuh karena kekuturannya. Walaupun ia anak biologis Nabi Nuh tetapi dianggap oleh Allah sebagai bukan keluarga (innahu laisa min ahlilka), dengan kata lain ia hanya merupakan anak biologis tetapi tidak menjadi anak spiritual. Berbanding terbalik dengan putra Nabi Ibrahim yang rela disembelih jika itu atas nama Tuhan.
contoh lain ,ada anak yang anak yang saleh tetapi ayahnya paling ,yaitu kisah Nabi Ibrahim dengan ayahnya. Ayahnya seorang yang bukan hanya penyembah berhala tetapi sekaligus tukang produksi patung untuk disebarkan ke masyarakat Jadi kebalikan dari kisah Nabi Nuh. Keluarga lain yang patut disinggung ialah keluarga Firaun. Ia sendiri seorang dhalim besar tetapi istrinya mendapatkan julukan paling saleh di dalam Al-Quran. Kebalikannya, ialah keluarga Nabi Nuh dan Nabi Lut, yang istrinya diklaim paling buruk dan dlalim di dalam Al-Quran. Istri Nabi Lut yang menunjukkan tamu suaminya yang ganteng, sehingga kelompok pemuda menyerbu ke rumahnya, maka jadilah ia sebagai istri terlaknat di dalam Al-Quran.
Ada lagi keluarga yang bermasalah karena faktor saudaranya, yaitu anak-anak Nabi Adam. Kakaknya seorang anak yang saleh (Habil) tetapi adiknya seorang yang bejad (Qabil). Kerjanya hanya mencemburui, mengkhianati, bahkan membunuh kakaknya sendiri karena faktor kekecewaan dan iri hati. Habil akhirnya mati muda sedangkan adiknya. Qabil, mati dalam keadaan menyedihkan dan penuh penyesalan. Hal yang sama dialami Nabi Yusuf yang punya saudara pengkhianat dan tega mencoba membunuh Yusuf. Contoh terbaliknya ialah Nabi Musa yang memiliki adik bernama Nabi Harun. Fungsi Nabi Harun betul-betul melengkapi kelemahan yang ada pada kakaknya dalam mewujudkan cita-cita luhur keluarganya, termasuk menjadi juru bicara kakaknya yang lidahnya cacat seumur hidup.
Anak, saudara, suami, atau isteri teladan tidak selamanya lahir dari keluarga ideal dan keluarga ideal tidak jaminan akan mehirkan keluarga ideal. Keluarga ideal sesuatu yang diperjuangkan, bukan sesuatu terberi (given) dari atas. Mari kita menjadikan momentum Idul Adha ini untuk menciptakan keluarga sakinah.
Selasa, 03 November 2009
Anak Muda zaman Sekarang
Ya.....benar kawan bagaimana cara kehidup anak muda itu?ini masalah yang sering diperbincangkan oleh bapak ibu, bahkan kakek nenek kita..
mereka sering beranggapan bahwa budaya pergaulan anak muda jaman sekarang lebih 'susah diatur' daripada waktu beliau-beliau itu sedang menjadi pemuda-pemudi. Tapi jika pertanyaan itu dikembalikan ke diri kita (khususnya yang masih pemuda/i jaman sekarang, juga dikategorikan muda-mudi atau yang masi merasa muda, menilai budaya anak2 muda jaman sekarang (kisaran SD,SMP,SMA/SMK,SMU hingga perkuliahan)? mari kita berdiskusi dengan background topik budaya anak muda masa kini yang bisa ditinjau dari fashion, perilaku kepada orang tua, cara dia menyelesaiakan masalah dsb. dibandingkan dengan masa bapak-ibu kakek-nenek kita...
Diliat sudut pandang banyak hal yang dilakukan oleh anak muda jaman sekarang,
tapi menanggapi keluahan pemuda/i dan remaja "sulit diatur"...
menurut saya..zaman sekarang krn cepatnya arus informasi jgn byk hal yg bisa di coba...entar itu baik, salah atau masih "abu2" ...
terkadang "abu2" itu selalu diartikan buruk oleh orgtua harus diakui peluang utk menjadi 'nakal' terbentang luas di jaman sekarang
berbagai jenis narkoba (kalo dulu cuma bir,anggur,cimeng)
dimalam hari byk tempat2 yg buka spt cafe, diskotik, warnet, warung aja buka malam....(kalo dulu yg buka dikit..dan ada anggapan keluar malam itu ga baik)
zaman sekarang anak2 muda nya lebih berani mengungkapkan keinginan mereka, dibanding zaman dulu yg terkesan pasrah
Mungkin juga pengaruh budaya asing, seiring perkembangan jaman, era globalisasi, semakin banyaknya orang luar indonesia masuk ke Indonesia dengan beragam budaya dan istiadat sehingga cepat atau lambat pasti mempengaruhi anak-anak muda masa kini.
Ditambah lagi dari orang tuanya sendiri jiga kurangnya perhatian karen sibuk dengn urusan masing-masing, sehingga urusan anak di nomor sekiankan, sehingga terkadang si anak salah tempat untuk curhat.
Masuknya budaya asing , lemahnya kontrol orang tua thd anaknya, pergaulan yg bebas sehingga mudah terpengaruh thd budaya - budaya asing. Sehingga anak sekarang sering di bilang tidak punya adat istiadat lagi, tidak ada budaya lagi. Semoga anak turunan kita mendatang dan yg sdh ada saat ini bisa mengembalikan can menegakkan budaya bangsa sendiri.
berkaitan free lifesytle
dvd2 porno bisa didapet dgn gampang, media2 yg ngeres bertebaran, tontonan mesyum dibiarin (karena dpt setoran??), n saudara2 yg terjebak prostitution kebanyakan yg pake juga om2 or bapak2 or pejabat2.
trus yg berkaitan tawuran/kekerasan..
Sarana olahraga, open public spaces, taman2, semua diganti jadi mal2 or gedung. Yang ada pun sudah sedkit mesti bayar juga. Jadinya kelebihan energinya abg2 disalurin ke tawuran etc.. ditambah contoh2 dari ormas2 yg nonjolin otot tuk nuntut yg dimauinnya.
berkaitan pendidikan...
kerja keras, kejujuran, dan proses belajar dipinggirkan, yg menentukan cuma ujian diakhir masa sekolah...
dll,
dengan masuknya Bunda Maia ke Golkar yg lekat dengan kekuasaan maka akan semakin dekat pula ambisi Bunda Maia untuk membuat perempuan Indonesia lebih perkasa seperti slogan PEREMPUAN KEPALA KELUARGA yg akhir2 ini nyaring disuarakan oleh bunda.
dan bila nanti Bunda sudah berkuasa maka laki2 seperti mamad dhani akan dibuat menderita ha... ha... 100X
laki2 yg berpoligami akan dikebiri
laki2 yg melakukan KDRT akan digantung dan disiksa di muka umum
perempuan pengembat lakor akan dirajam ha... ha.. 100X
setujukan anda bila gantian perempuan yg berkuasa dan mencari nafkah ??
biarlah laki2 mengerjakan urusan rumah tangga, bila tidak setuju silakan minggat dari Indonesia ha.. ha..
Jaman sekarang memang jamannya anak-anak remaja yang ulang tahun ke 17 yang kerap kali dirayakan besar-besaran. sudah beberapa tahun ini setelah masuk masa remaja gw mulai meningkatkan social life dengan hadir ke acara-acara demikian atau at least mengamati acara-acara begitu dengan kabar mouth to mouth,yang kadang emang breathtaking. bayangin melihat anak-anak remaja menghamburkan uang untuk ulang tahun di hotel-hotel oke, atau di venue-venue top di ibukota sebut saja hotel melia, hotel ritz carlton, hotel four seasons, hotel sari pan pacific, hotel borobudur, dan masihh banyakk lagi….. sebenernya emang hak oranglah berbagi kebahagiaan, tapi mengingat kondisi yang beda banget di luar sana yang makan aja susahnya kek apa…rasanya sedih aja nih anak-anak muda dengan pesta semalem bisa buang duit puluhan bahkan ratusan juta rupiah yang bisa menjadi fortune bagi mereka di luar sana yang berkekurangan. ini emang fenomena. apa lagi yang hadir tuh bnyk bgt yang minatnya bukan buat si party girl biar senang, tapi lebih to show that we’re hot, and we’re gaol.. emang fenomena classic di kalangan remaja to be ‘it’ dan to be ‘gaol’.
bener-bener fokus ama sekolah, jalan paling sama keluarga doang ama temen-temen ke mall terus udah, mungkin karena SMP dulu di pinggiran dan masih tergolong naif dibandingin temen-temen dari SMP di jakarta, apalagi SMP hip dan prestigious macam Binuslah, ya begitu jadi emang udah beda banget yaa.
jadi tadi gw mikir, gmana caranya ngalihin smangat sedemikian rupa untuk mengejar prestise dan predikat gaul ke hal-hal positif. kayak semangat memperbaiki lingkungan, atau semangat menghentikan kekerasan seperti tawuran. kenapa kegirangan dan semangat lebih menonjol buat hal-hal macam party dan mengejar menjadi eksis yah?
Ya.....benar kawan bagaimana cara kehidup anak muda itu?ini masalah yang sering diperbincangkan oleh bapak ibu, bahkan kakek nenek kita..
mereka sering beranggapan bahwa budaya pergaulan anak muda jaman sekarang lebih 'susah diatur' daripada waktu beliau-beliau itu sedang menjadi pemuda-pemudi. Tapi jika pertanyaan itu dikembalikan ke diri kita (khususnya yang masih pemuda/i jaman sekarang, juga dikategorikan muda-mudi atau yang masi merasa muda, menilai budaya anak2 muda jaman sekarang (kisaran SD,SMP,SMA/SMK,SMU hingga perkuliahan)? mari kita berdiskusi dengan background topik budaya anak muda masa kini yang bisa ditinjau dari fashion, perilaku kepada orang tua, cara dia menyelesaiakan masalah dsb. dibandingkan dengan masa bapak-ibu kakek-nenek kita...
Diliat sudut pandang banyak hal yang dilakukan oleh anak muda jaman sekarang,
tapi menanggapi keluahan pemuda/i dan remaja "sulit diatur"...
menurut saya..zaman sekarang krn cepatnya arus informasi jgn byk hal yg bisa di coba...entar itu baik, salah atau masih "abu2" ...
terkadang "abu2" itu selalu diartikan buruk oleh orgtua harus diakui peluang utk menjadi 'nakal' terbentang luas di jaman sekarang
berbagai jenis narkoba (kalo dulu cuma bir,anggur,cimeng)
dimalam hari byk tempat2 yg buka spt cafe, diskotik, warnet, warung aja buka malam....(kalo dulu yg buka dikit..dan ada anggapan keluar malam itu ga baik)
zaman sekarang anak2 muda nya lebih berani mengungkapkan keinginan mereka, dibanding zaman dulu yg terkesan pasrah
Mungkin juga pengaruh budaya asing, seiring perkembangan jaman, era globalisasi, semakin banyaknya orang luar indonesia masuk ke Indonesia dengan beragam budaya dan istiadat sehingga cepat atau lambat pasti mempengaruhi anak-anak muda masa kini.
Ditambah lagi dari orang tuanya sendiri jiga kurangnya perhatian karen sibuk dengn urusan masing-masing, sehingga urusan anak di nomor sekiankan, sehingga terkadang si anak salah tempat untuk curhat.
Masuknya budaya asing , lemahnya kontrol orang tua thd anaknya, pergaulan yg bebas sehingga mudah terpengaruh thd budaya - budaya asing. Sehingga anak sekarang sering di bilang tidak punya adat istiadat lagi, tidak ada budaya lagi. Semoga anak turunan kita mendatang dan yg sdh ada saat ini bisa mengembalikan can menegakkan budaya bangsa sendiri.
berkaitan free lifesytle
dvd2 porno bisa didapet dgn gampang, media2 yg ngeres bertebaran, tontonan mesyum dibiarin (karena dpt setoran??), n saudara2 yg terjebak prostitution kebanyakan yg pake juga om2 or bapak2 or pejabat2.
trus yg berkaitan tawuran/kekerasan..
Sarana olahraga, open public spaces, taman2, semua diganti jadi mal2 or gedung. Yang ada pun sudah sedkit mesti bayar juga. Jadinya kelebihan energinya abg2 disalurin ke tawuran etc.. ditambah contoh2 dari ormas2 yg nonjolin otot tuk nuntut yg dimauinnya.
berkaitan pendidikan...
kerja keras, kejujuran, dan proses belajar dipinggirkan, yg menentukan cuma ujian diakhir masa sekolah...
dll,
dengan masuknya Bunda Maia ke Golkar yg lekat dengan kekuasaan maka akan semakin dekat pula ambisi Bunda Maia untuk membuat perempuan Indonesia lebih perkasa seperti slogan PEREMPUAN KEPALA KELUARGA yg akhir2 ini nyaring disuarakan oleh bunda.
dan bila nanti Bunda sudah berkuasa maka laki2 seperti mamad dhani akan dibuat menderita ha... ha... 100X
laki2 yg berpoligami akan dikebiri
laki2 yg melakukan KDRT akan digantung dan disiksa di muka umum
perempuan pengembat lakor akan dirajam ha... ha.. 100X
setujukan anda bila gantian perempuan yg berkuasa dan mencari nafkah ??
biarlah laki2 mengerjakan urusan rumah tangga, bila tidak setuju silakan minggat dari Indonesia ha.. ha..
Jaman sekarang memang jamannya anak-anak remaja yang ulang tahun ke 17 yang kerap kali dirayakan besar-besaran. sudah beberapa tahun ini setelah masuk masa remaja gw mulai meningkatkan social life dengan hadir ke acara-acara demikian atau at least mengamati acara-acara begitu dengan kabar mouth to mouth,yang kadang emang breathtaking. bayangin melihat anak-anak remaja menghamburkan uang untuk ulang tahun di hotel-hotel oke, atau di venue-venue top di ibukota sebut saja hotel melia, hotel ritz carlton, hotel four seasons, hotel sari pan pacific, hotel borobudur, dan masihh banyakk lagi….. sebenernya emang hak oranglah berbagi kebahagiaan, tapi mengingat kondisi yang beda banget di luar sana yang makan aja susahnya kek apa…rasanya sedih aja nih anak-anak muda dengan pesta semalem bisa buang duit puluhan bahkan ratusan juta rupiah yang bisa menjadi fortune bagi mereka di luar sana yang berkekurangan. ini emang fenomena. apa lagi yang hadir tuh bnyk bgt yang minatnya bukan buat si party girl biar senang, tapi lebih to show that we’re hot, and we’re gaol.. emang fenomena classic di kalangan remaja to be ‘it’ dan to be ‘gaol’.
bener-bener fokus ama sekolah, jalan paling sama keluarga doang ama temen-temen ke mall terus udah, mungkin karena SMP dulu di pinggiran dan masih tergolong naif dibandingin temen-temen dari SMP di jakarta, apalagi SMP hip dan prestigious macam Binuslah, ya begitu jadi emang udah beda banget yaa.
jadi tadi gw mikir, gmana caranya ngalihin smangat sedemikian rupa untuk mengejar prestise dan predikat gaul ke hal-hal positif. kayak semangat memperbaiki lingkungan, atau semangat menghentikan kekerasan seperti tawuran. kenapa kegirangan dan semangat lebih menonjol buat hal-hal macam party dan mengejar menjadi eksis yah?
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)